Produk Teramah Lingkungan Dari Sampah Oleh MSP UNSA

DPD KNPI Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan kegiatan bertajuk Bazar Produk Keatif Sampah. Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 15 Desember 2016. Dalam kegiatan tersebut Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (HMPS MSP) FPP UNSA ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. HMPS MSP yang diketuai oleh Candra Okta Rasiardi memamerkan hasil kreatif mahasiswa MSP FPP UNSA yang bahan dasarnya terbuat dari sampah-ampah yang kemudian dijadikan produk ramah lingkungan yang memmpunyai nilai serta kerativitas yang sangat tinggi, diantaranya Lampu tidur berbahan dasar limbah kertas, Tangkil berbahan dasar kertas bekas, Para-para penjemur ikan dari botol plastic bekas, Sapu dari botol plastic bekas, Taplak meja berbahan plastic bekas bungkusan kopi instan, Bunga dari bahan kain perca, Tempat sampah dari dari botol bekas, Asbak dari bungkus rokok, Bingkai (figura) dari liimbah bungkus rokok. Semua produk tersebt merupakan hasil kreatifitas mahasiswa MSP UNSA yang memang terbuat dari sampah.
Tiga Produk unggulan yang dipaparkan pada saat presentasi ialah lampu tidur dari limbah kertas, tangkil dan para-para penjemuran ikan. Pada kegiatan presentasi, Chandra memaparkan bahwa produk yang dibuat didasarkan kepada banyaknya limbah, budaya lokal Sumbawa dan kebutuhan masyarakat terhadap produk tersebut. Lampu tidur dibuat menyerupai lampu jaman kerajaan namun dimodifikasi dengan lampu listrik, sedangkan tangkil dibuat berdasarkan sudah jarangnya tangkil di Sumbawa sehingga mahsiswa berinisiatif membuat tangkil dari limbah kertas. Pemilihan limbah kertas sebagai limbah yang diolah dikarenakan limbah kertas merupakan limbah yang paling banyak yang dihasilkan terutama di Kampus. Untuk produk para-para penjemuran ikan dari limbah botol plastic didasarkan pada tingginya jumlah limbah plastic yang bermuara di perairan, sehingga jika tidak dimanfaatkan maka akan mencemari lingkungan terlebih lagi limbah plastic merupakan limbah yang sulit terurai. Beberapa penlitian menunjukkan bahwa limbah plastic akan terurai setelah 50 tahun. Dengan hasil kreatifitas tersebut sehingga tim HMPS MSP mendapat penghargaan sebagai produk teramah lingkungan
Dengan latar belakang tersebut, HMPS berinisiatif untuk mengolah limbah plastic menjadi produk yang bernilai guna. dalam hal ini, HMPS mengubah limbah plastic menjadi para-para penjemuran ikan, hal ini diinisiasi karena adanya kebutuhan masyarakat pesisir untuk menjemur ikan. Selama ini, para-para penjemuran ikan dibuat dari bambu, namun masa gunanya sangat singkat, para-para dari bamboo cendrung cepat rusak sehingga banyak biaya yang dikeluarkan oleh nelayan untuk menjemur ikan. Para-para platik ini sangat cocok dimanfaatkan sebagai penejmur ikan dan memiliki masa guna yang lama. Neri Kautsari, M.Si selaku ketua Program Studi MSP mengatakan bahwa kegiatan seperti harus disuport karena tidak banyak pemuda yang punya kemauan dan semngat bergerak dalam mengolah limbah dan menjaga lingkungan., kegiatan ini juga merupakan ajang dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa dan meningkatkan semangat kerjasama serta kepedulian terhadap lingkungan, teran

Share Now

Heri Kurniawan

More Posts By Heri Kurniawan

Related Post

Leave us a reply