SUKSES UNTUK 90 HARI BERSAMA BU’ LELA

Dalam rangka meningkatkan mutu dan kreatifitas dalam dunia pendidikan, berbagai program telah dikeluarkan oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Dirjen Penguatan dan Pengembangan Riset, Direktorat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat . salah satu program tersebut yang secara khusus difokuskan untuk kreatifitas bagi mahasiswa dalam bentuk kewirausahaan yang dinamakan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Salah satu PKM dari Universitas Samawa (UNSA) yang diterima adalah dari tim Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Sumberdaya Perariran (MSP), yang dikomandoi oleh Chandra Okta Rasiardy dan dibimbing oleh Neri Kautsari, SP.i., M.Si, dengan judul “90 Hari Bersama Bu’ Lela (Budidaya Lele dan Labu)”.
Program yang didanai oleh pemerintah berjumlah sekitar Rp. 7.500.000 itu telah membuat mereka (mahasiswa) sangat antusias, buktinya adalah budidaya lele yang mereka laksanakan sejauh ini sangat bagus. Sejumlah 4.000 lele yang segera siap panen yang mereka budidayakan. Mereka menggunakan lahan berukuran sekitar 4×3 Meter untuk dua kolam menggunakan terpal dan bambu. Mengingat hal tersebut merupakan bagian dari konsentrasi keilmuannya, mereka menyadari untuk perawatan budidaya tersebut harus intens, baik pemeriksaan lele itu sendiri maupun kualitas airnya. Mereka memfokuskan kegiatan tersebut di Sekretariat Komunitas Penjaga Pulau, yang kebetulan ketua HMPS MSP adalah salah satu pengurus inti dari komunitas tersebut. Mereka juga menggunakan sistem piket dalam pemeliharaannya.
Neri Kautsari, SP.i., M.Si selaku dosen pembimbing PKM tersebut yang juga Kaprodi MSP mengatakan bahwa sejujurnya saya sangat terharu dan apresiasi akan keaktifan para mahasiswa, sebab mereka telah disibukkan dengan kegiatan perkuliahan, kegiatan rutinitas lainnya, termasuk kegiatan perbedayaan terumbu karang di berbagai pulau, namun mereka tetap semangat melaksanakan itu semua. Selain itu, keuntungan dari budidaya ini sebagiannya untuk modal mereka dalam mengembangkan kreatifitas lainnya, dan juga rencananya dijadikan beasiswa dari keuntungan budidaya tersebut. Sementara itu, Chandra Okta Rasiardhy selaku ketua tim mengatakan bahwa walaupun kami tahu ada profit dari program ini, namun bagi kami ini bagian dari proses pembelajaran kami, yang terpenting adalah ilmu dan pengalamannya. Kebersamaan dalam belajar, kebersamaan dalam berusaha adalah hal yang tidak ternilai harganya bagi kami. Kami sangat berterimakasih kepada para dosen, khususnya dosen pembimbing yang secara rutin membimbing kami, bahkan setiap kunjungannya ke lokasi, beliau juga selalu mengisi kunjungan tersebut dengan diskusi ilmiah, terutama masalah karya tulis ilmiah. Selanjutnya atas keberhasilan PKM ini, juga dijadikan tempat praktikum oleh dosen-dosen lainnya, tutup mahasiswa semester 4 MSP yang akan berangkat ke Kanada tersebut.

Share Now

Heri Kurniawan

More Posts By Heri Kurniawan

Related Post

Leave us a reply