Setelah Wapres, Mendikbud, Sekarang Giliran Kapolri Mengunjungi UNSA

Setelah Bapak Yusuf Kalla dan Mendikbud Mengunjungi Universitas Samawa (UNSA) dalam rangka memberikan kuiliah umum, kini giliran bapak Drs. M. Tito Karnavian, MA., Ph.D, selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) mengunjungi UNSA untuk memberikan kuliah umum. kedatngan bapak Kapolri ke Sumbawa dalam rangkaian kunjungannya ke PMI Dea Malela Pamangong dan setelah itu berkunjung ke UNSA. Kedatangannya merupakan agenda silaturrahim bersama keluarga besar PMI Dea Malela dan Keluarga besar UNSA yang diinisiasi oleh Prof. Din Syamsuddin selaku ketua dewan Pembina PMI Dea Malela dan juga ketua dewan penyantun UNSA. Turut hadir dalam rombongan Bapak Boy Rafli Amar selaku Kadiv Humas Polri dan pejabat polri lainya.
Kedatangannya ke UNSA disambut hangat oleh keluarga besar UNSA. Bapak Kapolri memberikan kuliah umum dengan tema “Strategi Penanganan Kamtibmas dan Peran Kampus”. Kegiatan tersebut berlangsung pada tangga 22 Oktober 2016 yang dipusatkan di Auditorium UNSA. Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd selaku rektor UNSA dalam sambutannya memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap bapak Kapolri yang sudah mau mengunjungi kampus biru UNSA. Inilah kampus kebanggan masyarakat Sumbawa, kampus inilah yang telah banyak melahirkan sarjana-sarjana yang ada di daerah sehingga para sarjana tersebut bisa menyetarakan dirinya dengan sarjana-sarjana dari kampus-kampus yang berasal dari kota besar dalam lingkup kerjanya, salah satu petikan sambutannya. Prof Ude sapaan akrab rektor UNSA juga menyampaikan bahwa UNSA ikut mendukung program Polri yang kongkret. Paling tidak secara internal kampus harus bebas ancaman dari luar kampus. Seperti antisipasi paham radikalisme, peredaran narkoba dan seks bebas. Kerjasama yang terbangun antara Polri dan kampus terutama UNSA dinilai sangat penting. Sebab kampus menjadi sangat strategis untuk basis segala macam gerakan. Untuk itu, Polri diharapkan mampu mengelaborasikan strategi mengantisipasi semua gejala-gejala tersebut. Ia berharap Kapolri merespon dan menindaklanjutinya di tingkat Polda atau Polres. Misalnya dalam bidang riset bersama melibatkan kampus dalam rangka pemetaan potensi konflik dan paham radikal. Hal ini mengingat sejarah kelam, bahwa Sumbawa pernah terjadi konflik antar golongan. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kapolri yang telah berkesempatan hadir di sini, tentunya dengan harapan ada manfaat besar yang dirasakan kampus maupun jajaran Polri itu sendiri,” pungkasnya.
Setelah Rektor UNSA memberikan sambutannya, giliran bapak Kapolri memberikan sambutan sekaligus kuloiah umum yang dirangkaian dengan Tanya jawab. Jenderal Polisi Drs. M. Tito Karnavian, MA., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kedapa keluarga besar UNSA atas sambutan hangatnya yang luar biasa. Semoga UNSA tetap jaya dan kami bisa bersilaturrahim kembali ucapnya. Terkait dengan tema kuliah umum, Jenderal Tito—akrab Kapolri disapa mengatakan, Kamtibmas harus dijaga bersama-sama dalam rangka menjaga Indonesia yang lebih baik. Segala permasalahan yang berpontensi terjadinya gangguan keamanan harus bisa dicegah dan diredam dengan menyelesaikan segala persoalan melalui cara-cara damai, diplomasi dan elegan sebagai bangsa yang beradab dalam demokrasi. Beliau juga mengatakan bahwa keamanan sama dengan kesehatan. Betapa mahalnya sehat ketika sedang sakit, dan betapa mahalnya keamanan saat sedang konflik. Kesehatan perlu dirawat dan dijaga sebelum diobati. Demikian dengan keamanan, tidak datang tiba-toba harus dirawat dan ada proses yang dilalui. “Keamanan ini yang harus kita rawat, jaga dan cegah jangan sampai terjadi konflik horizontal yang menimbulkan korban. Sebab konflik tanpa korban penyelesaiannya sangat mudah, tapi jika ada korban penyelesaikan sangat sulit dan lebih komplek. Kalangan kampus seperti UNSA, ungkap Kapolri Tito, adalah elemen yang sangat strategis dalam menjaga keamanan. Kampus dapat memberikan sumbangan konstribusi positif dengan kemauan intelektualnya menyelesaikan permasalahan Kamtibmas melalui cara-cara yang beradab. Menyadari hal itu, Polri akan melakukan kerjasama atau MoU dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia termasuk UNSA untuk bersama-sama memperbaiki dan meningkatkan stabilitas Kamtibmas salah satunya melalui kegiatan penelitian mencari solusi permasalahan dengan pendekatan ilmiah. Pasalnya kampus adalah kalangan intelektual dan rasional yang berpikir logis, tidak mudah diajak dan diprovokasi ke arah yang negative. “Mulai hari ini, saya instruksikan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk menjalin kerjasama dengan kalangan kampus. Kampus adalah mitra kita yang punya pengaruh besar di masa yang akan datang. Saya kira banyak yang akan kita dapat dengan memanfaatkan potensi intelektual dari kampus,” tandasnya. Selanjutnya kegiatan tersebut ditutup dengan pemberian cendramata oleh Rektor UNSA kepada bapak Kapolri dan Bapak Kapolri memberikan cendramata kepada Rektor UNSA.

img-20161022-wa0154

img-20161022-wa0153

img-20161022-wa0112

Share Now

Heri Kurniawan

More Posts By Heri Kurniawan

Related Post

Leave us a reply