Public Lecture Adi Pranajaya di Unsa

CYMERA_20151201_222744Public lecture (kuliah umum) yang dilaksanakan oleh Prodi Teknologi Pendidikan dan Multi Media Unsa, menhadirkan ADI PRANAJAYA seorang penulis dan sutradara film yang cukup kondang di negeri ini.. Acara berlangsung tgl.1 desember 2015 di auditorium unsa yang diikuti oleh -+ 200 mhs dari prodi TEP dan prodi Bahasa Unsa.

Tema dan isi kuliah umum terangkum sbb :

“FILM DN TEATER”

“FILM” dan “teater” dua bentuk media yng berbeda.

“Film” terbentuk dari gabungan berbagai macam seni dan teknologi secara kreatif. Berbagai macam seni itu adalah sastra, seni rupa, seni drama, seni tari, dan seni musik. Sementara teknologi dibutuhkan sebagai perangkat kerja namun harus dengan sentuhan kreatif.

Sementara “teater”, terbentuk oleh empat unsur utama, yaitu cerita, pemain (aktor/aktris), tempat, dan penonton. Keempat hal ini mutlak ada untuk bisa disebut “teater”.

Namun demikian, antara “film” dan “teater” pun memiliki kesamaan, yaitu sama2 disebut sebagai bentuk media yang dikerjakan secara kolektif. Artinya, kelahirannya tidak ditentukan oleh satu orang melainkan beberapa orang.

Pada “film”, dibutuhkan seseorang sbg penulis skenario. Bila skenario sudah ada, maka kemudian dibutuhkan seorang sutradara dan tim teknisnya yaitu kameramen, penata artistik, penata rias, penata musik dan seterusnya. Termasuk para pemain tentu saja.

Tapi sesempurna atau sekualitas apapun tim teknis yng sudah terbentuk, tetap tidak akan lahir kaya film bila belum ada apa yng disebut produser, yaitu orang yng betanggung jawab terhdp masalah keuangan. Produser ini nanti juga punya timnya tersediri yaitu pemimpin produksi, unit menejer, dan lain2.

“Teater” juga sama. Awalnya dibutuhkan adanya cerita atau naskah. Lalu berkumpullah sejumlah orang. Orang2 ini dipimpin oleh apa yng disebut sutradara, lalu di antaranya ada pata pemain sejumlah sesuai naskah cerita, penata artistik dll. Dibutuhkan waktu 2 sampai 3 bulan kurang-lebih untuk proses latihan.
Ada pimpinan produksi, tim pencari sponsor dan lain sebagainya yang menyertai semua kegiatan persiapan.

Karena itu mengerjakan karya baik “film” maupun “teater” harus terjadwal dengan baik. Dan semua orang yng terlibat di dalamnya harus saling kerja sama sesuai dengan keahlian dan tanggung jawabnya masing2 dengan tujuan melahirkan karya yng baik.

Selain ada bentuk media (seni) yng dikenal dengan istilah “karya kolektif” seperti “film” dan “teater” di atas, ada juga media yang dikenal sebagai karya individual atau “kreatif tunggal”. Diantara sekian banyak media dimaksud, satu di antaranya adalah karya sastra.

Semua media sama2 hebat. Masing2 punya kelebihan dan karakter yang berbeda-beda. Tinggal, untuk keperuntukan apa masing2 media itu diakrabi, dengan sasaran penonton siapa.

Untuk bisa maksimal, maka ketika kita hendak berekspresi dengan memilih media yng kita anggap “dekat” dan tentu yng kita kuasai, harus sejak awal juga sudah dirancang bgmn kemungkinan nanti karya kita tersebut untuk dipertemukan dengan penontonnya. (AP).

Demikian, semoga bermanfaat.

Share Now

Prof.SI

More Posts By Prof.SI

Related Post

Leave us a reply

Translate »