Prof. Farouk Berbicara Tentang Radikalisme

Prof. Farouk Muhammad yang merupakan senator dari NTB yang sekarang menjadi wakil ketua DPD RI secara khusus bersilaturrahmi ke Universitas Samawa (UNSA), sembari berbincang-bincang dengan keluarga besar UNSA yang dikemas dalam agenda kuliah umum yang bertemakan tentang masalah kontemporer bangsa ini yaitu wawasan kebangsaan, lebih khusus lagi tentang radikalisme yang menjadi sorotan pemerintah saat ini. secara khusus Prof Farouk disambut oleh wakil rektor II UNSA dan beberapa dekan dan wakil dekan di UNSA. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat, 28 Juli 2017 di Aula Rektorat Lantai II UNSA. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa islam dan pancasila tidak terpisahkan, bahwa sesungguhnya eksistensi pancasila merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran itu sendiri. Sebenarnya jika kita memahami pancasila sebagai dasar negara, maka kita akan sangat paham bahwa semuanya lahir dari nilai-nilai islam itu sendiri, Cuma terkadang ada kelompok-kelompok tertentu yang mau mengambil keuntungan dari setiap isu-isu yang dibesar-besarkan ini. terkait dengan radikalisme, beliau menyinggung bahwa pada dasarnya konsep tersebut memang berbahaya, namun kita sebagai masyarakat harus cerdas menilai bahwa jangan sampai isu-isu tersebut kemudian akan membuat kita gaduh dan berkonflik satu sama lainnya, sebab bisa jadi isu-isu yang dibangun merupakan konsep-konsep tetentu dalam membuat kita cerai berai, cerdaslah dalam memandang, bersikap dan menilai sesuatu, saya percaya warga UNSA sangat cerdas menilai tentang masalah ini, ungkap Jenderal asli dari Bima tersebut.

Share Now

Heri Kurniawan

More Posts By Heri Kurniawan

Related Post

Leave us a reply

Translate »