Pemilihan Presiden dan Wakil Presdien Mahasiswa UNSA Berlangsung Demokratis

Selasa, 17 Januari 2017 adalah hari dimana masyarakat Universitas Samawa (UNSA) khususnya para mahasiswa menentukan pemimpinnya dalam agenda demokrasi Kampus yaitu pemilihan Presdien dan Wakil Presiden Mahasiswa. Komisi Pemilihan Umum Republik Mahasiswa (KPURM) UNSA selaku pelaksana secara resmi agenda tahunan tersebut telah bekerja semaksimal mungkin dalam suksesi demokrasi kampus. KPURM yang dibandu oleh KPUF yang ada di masing-masing Fakultas telah melaksanakan secara sempurna sesuai dengan tahap-tahap pemilihan, yang dimulai dari pendaftaran masing-masing pasangan calon dengan ketentuan-ketentuan khusus, seperti harus mendapat rekomendasi dari UKM, HMPS, HMJ, dan lain-lain, selain itu mereka yang menjadi calon harus mahasiswa aktif, mempunyai IPK 3,0 bagi calon dari eksakta dan 3,25 bagui calon mahasiswa bidang sosial, mahasiswa berprestasi dan syarat-syarat khusus lainnya . Jika sudah memenuhi syarat tersebut, KPURM memverifikasi data calon peserta secara detail, bagi yang lolos seleksi administrasi akan diumumkan paslon yang lolos beserta pengundian nomor urut paslon. Dari seleksi adminitrasi tersebutm, ada tiga paslon yang akan bertaruh menuju Presiden dan Wakil Presiden Reopublik Mahasiswa. Setelah masalah administasi selesai, dilanjutkan dengan agenda dialog dan kampanye terbuka oleh paslon yang sudah lolos yang ketentuan dan jadwalny sudah diatur secara detail oleh KPURM UNSA. Setelah itu dilaksanakan debat terbuka oleh paslon masing-masing yang dalam hal ini sedikit lebih berbeda dengan debat kandidat pada pemilihan tahun-tahun sebelumnya, bahwa sistem debat kandidat kali ini adanya panelis yang langsung ditangani oleh para doctor/dosen itu sendiri sehingga demokrasi kampus lebih bargaining dan akademis. Setelah serangkain kegaiatan tersebut selesai, masuk ke tahgap berikutnya, yaitu masa tenang, pencopotan spanduk, stiker dan alat kelengkapan kampanye lainnya.
Setelah itu, tibalah di hari pemilihan paslon yang melibatkan seluruh rakyat/republic mahasiswa yang secara sah memiliki hak pilih. Prosesnya pun berlangsung sangat demokratis, dimana di setiap TPS selalu dikawal dan dipantau oleh masing-masing saksi dari paslon dan KPUF. Tidak hanya paslon Presma dan Wapresma yang dipilih, pada saat yang bersamaan di kartu suara terdapat calon anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) atau dalam bernegara dikenal dengan DPR/legilstaif. Mereka akan dipilih bersamaan dengan Paslon Presma dan Wapresma. Semuanya telah bekerja secara maksimal dan penuh dengan dedikasi. Sebagai agenda selanjutnya adalah perhitungan suara dan penentuan pemenang. Agenda terakhir adalah pelantikan Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa serta DPM yang terpilih. Itulah tahapan-tahapan resmi yang 90 % nya telah dilewati dalam agenda demokrasi kampus UNSA. Semoga yang terpilih mampu menjadui representasi bagi mahasiswa seluruhnya.


#DemokrasiKampus
#UNSA

Share Now

More Posts By

Related Post

Leave us a reply

Translate »