Melalui FGD, PT BPR NTB Sumbawa Sepakat Diakuisisi

  • By
  • Posted In

Permasalahan status PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB Sumbawa yang terus berhembus di tengah publik mendapat perhatian serius dari lembaga akademisi, dalam hal ini Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar. Berangkat dari permasalahan tersebut, UNSA dalam hal ini melalui Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang permasalahanm PT BPR NTB Sumbawa. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017 di lantai II Aula Rektorat UNSA. Dr. (Can) Syafruddin, SE.,MM selaku dekan FEM menyatakan bahwa kegiatan ini kami inisiasi berangkat dari peliknya permasalahan PT BPR NTB yang secara terus menerus menjadi viral, sehingga kami merasa bahwa kami sebagai akademisi harus menjadi bagian yang berkontribusi menyumbangkan pikiran dalam menyelsaikan permasalahan tersebut, minimal memberikan solusi terbaik kepada pemerintah, karena itulah kami menginisiasikan FGD ini dalam rangka menghasilkan rekomendasi terbaik kepada pemerintah.

Adapun yang hadir dalam FGD tersebut adalah dari pihak pemerintah daerah, Kepala PT BPR NTB, komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Akademisi, NGO, pengusaha, pelaku UMKM, Tokoh Masyarakat, organisasi-organsiasi kepemudaan, organisasi-organisasi kemahasiswaan, para mahasiswa, dan stakeholuder relevan lainnya. kehadiran para tamu yang diundang dalam FGD tersebut adalah memberikan sumbangsih pemikiran konstruktif tentang permasalahan PT BPR NTB saat ini. akhirya FGD tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa PT BPR NTB harus diakuisisi, mengingat bahwa ini merupakan asset daerah yang akan menjadi salah satu BUMD dalam peningkatan ekonomi rakyat kedepan.

Share Now

More Posts By

Related Post

Leave us a reply

Translate »