Mahasiswa UNSA Latih Masyarakat Pesisir Mengubah Buah Mangrove Menjadi Kue Kering dan Sabun

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian kepada masyarakat (PKM-M), mahasiswa Universitas Samawa memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan buah mangrove kepada ibu PKK Desa Labuhan Kuris. Kegiatan PKM-M ini merupakan tindak lanjut dan realisasi dari lulus dan diterimanya proposal PKM mahasiswa UNSA oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruang Tinggi (Kemenristekdikti). Mengangkat judul “Sarung KK ABG (Sabun Mangrove dan Kue Kering ala Brugueira gimnorrhiza): Inovasi Penyelamatan Ekosistem Mangrove melalui Peningkatan Nilai Ekonomi Mangrove dan Pendapatan Masyarakat Desa Labuan Kuris”, tim PKM-M yang diketuai oleh Ike Oktapiana dibawah bimbingan Neri Kautsari, S.Pi.,M.Si berhasil meyakinkan tim reviewer untuk mendanai kegiatan tersebut.

Kegiatan PKM ini didasari dari adanya kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan ekosistem mangrove di Desa Labuhan Kuris. Lalu Ilham Syaputra yang merupakan salah satu dari anggota tim ini menyatakan bahwa ekosistem mangrove harus segera diselamatkan untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan pantai. Ditambahkan oleh Ike Oktapiana bahwa sebagian besar kerusakan mangrove di wilayah pesisir disebabkan karena sebagain masyarakat kurang mengetahui cara pemanfaatan mangrove dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, oleh karena itu perlu adanya transfer ilmu kepada masyarakat dalam hal pemanfaatan mangrove sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Terdapat dua produk olahan yang dipilih pada kegiatan ini adalah kue kering mangrove dan sabun cair. Kue kering dibuat dari buah mangrove jenis Brugueira gimnorrhiza sedangkan sabun mangrove dibuat dari mangrove jenis Sonneratia sp.

Pelatihan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK yang berasal dari semua dusun yang ada di Desa Labuhan Kuris. Kegiatan hari pertama, Bapak Dahlan selaku sekretaris desa yang mewakili Kepala Desa Labuhan Kuris memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan program kreativitas mahaiswa (PKM) ini sangat diapresiasi oleh pemerintah Desa Labuhan Kuris karena program tersebut sangat cocok dengan potensi Desa Labuhan Kuris yang memiliki ekosistem mangrove sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat Desa Labuhan Kuris terutama ibu PKK dalam memanfaatkan buah mangrove sebagai produk olahan baru. Beliau juga berharap, bahwa kegiatan ini tidak berhenti sampai pada kegiatan ini saja, namun tetap berlanjut untuk program-program lainnya. Kata sambutan juga disampaiakan oleh Neri Kautsari S.Pi.,M.Si selaku dosen pembimbing. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh mahasiswa. Kegiatan ini ditujukan untuk 3 hal pokok yaitu 1) meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan masyarakat, 2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, 3) menjalin kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Kegiatan pelatihan tersebut diawali dengan pemutaran video teknik-teknik pengolahan buah mangrove dan dilanjutkan dengan penyampaian materi serta praktek secara langsung oleh mahasiswa dan ibu-ibu PKK. Ibu-ibu PKK sangat antusias mempraktekkan pembuatan kue kering dan sabun mangrove. Praktek pengolahan buah mangrove ini merupakan pengetahuan baru yang diperoleh oleh ibu PKK Labuahan Kuris. Pada akhir kegiatan, ibu Ermawati S.Pd sebagai ketua PKK Desa Labuhan Kuris menyampaiakan bahwa kegiatan ini sangat membantu ibu-ibu Desa Labuhan Kuris dalam memanfaatkan potensi lokal yaitu mangrove yang selama ini belum diketahui manfaatnya. Beliau juga berharap bahwa kegiatan ini dapat berlanjut hingga kegiatan penanaman mangrove agar ekosistem mangrove tetap terjaga dan buahnya dapat terus dimanfaatkan.

Share Now

Heri Kurniawan

More Posts By Heri Kurniawan

Related Post

Leave us a reply

Translate »