Mahasiswa UNSA Kembangkan Mangrove Menjadi Teh Sehat Pembawa Rezeki

Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut program studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Universitas Samawa (UNSA) berhasil meraih prestasi pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pendanaan tahun 2018. Prestasi yang sangat membanggakan ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing yang ditunjang oleh dukungan institusi yang luar biasa. Proposal MSP merupakan satu dari delapan proposal UNSA yang lolos dan mendapat pendanaan dari Kemenristekdikti. Dilihat dari jumlah proposal yang lolos maka menempatkan UNSA sebagai Perguruan tinggi swasta peringkat pertama se-NTB dan peringkat ke dua di wilayah Kopertis VIII yang berhasil meraih prestasi di bidang PKM ini.

Judul PKM MSP yang lolos seleksi dan mendapat pendanaan adalah “Teman D’J (Teh Mangrove Daun Jeruju) Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Emang Lestari”. Melalui PKM ini tim PKM MSP yang diketuai oleh Yunita Safitri dan anggota tim yang terdiri dari Osi, Rahman, Khadijah dan Aan telah memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan buah mangrove jenis Jeruju (Achantus Ilisifolius L) menjadi teh di aula kantor desa Emang Lestari pada tanggal 28 April 2018. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang berasal dari anggota PKK dan ibu rumah tangga di desa Emang Lestari. Ide pemanfaatan Achantus sebagai teh berawal dari kepedulian tim PKM mahasiswa terhadap keberlanjutan ekosistem mangrove di desa tersebut. Osi Saputra sebagai salah satu tim PKM yang berasal dari desa Emang Lestari sangat senang karena dapat memberikan sumbangsih pengetahuan kepada masyarakat di desanya tentang bagaimana melestarikan mangrove melalui pengenalan cara memanfaatkan mangrove menjadi produk bernilai ekonomis yaitu pengolahan menjadi teh.

Kepala desa Emang lestari (bapak Sidik) dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PKM-M ini. Pasalnya belum pernah ada kegiatan seperti ini yang mampu memberikan pengetahuan dan membuka wawasan masyarakat dalam memanfaatkan dan mengolah potensi yang sangat melimpah di desa Emang lestari. Keberadaan Jeruju sangat banyak, tetapi sampai akhirnya ada kegiatan PKM-M ini masyarakat tidak akan pernah tahu bahwa jeruju bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi yaitu teh.

Ibu Hatmawati sebagai perwakilan peserta menyampaikan bahwa beliau dan peserta lainnya sangat berterimakasih kepada tim PKM-M yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, dan beliau sangat berharap dengan bekal pengetahuan dan keterampilan pembuatan teh mangrove serta pengetahuan keuangan sederhana yang telah diajarkan oleh tim PKM maka kelompok ibu-ibu PKK Emang lestari akan menjadi kelompok usaha yang memproduksi teh D’J sebagai oleh-oleh khas desa Emang Lestari.

Sementara Dwi Mardhia, M.Sc selaku dosen pembimbing yang juga sekaligus sebagai kaprodi MSP merasa bangga terhadap pencapaian mahasiswanya dalam mempertahankan prestasi di bidang PKM, “ia mengatakan bersyukur atas keberhasilan tersebut yang merupakan buah kerja keras dan semangat seluruh tim PKM Mahasiswa dan dosen pembimbing”. Ia juga menambahkan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir dari perjuangan tim PKM MSP UNSA, perlu upaya ke depan dalam memperkuat tim PKM untuk menghadapi proses selanjutnya yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Bu ewi (panggilan akrabnya) berharap kegiatan PKM-M yang sudah dilakukan bisa menjadi kampanye pelestarian mangrove yang bertujuan agar hutan mangrove tak lagi dianggap sebagai kawasan yang tak berguna, melainkan SDA dengan fungsi dan manfaat yang luar biasa.

Share Now

Heri Kurniawan

More Posts By Heri Kurniawan

Related Post

Leave us a reply