Mahasiswa dan Dosen UNSA Ikut Sosialisasi Fulbright Dan DIKTI

Sumbawa Besar,  – American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia, memberikan beasiswa bagi mahasiswa dan dosen yang berprestasi untuk memperoleh gelar S2 dan S3 melalui program beasiswa gratis Fulbright dan DIKTI
Senior Program Officer AMINEF, Adeline Widyastuti di hadapan puluhan mahasiswa dan dosen Universitas Samawa (UNSA), Selasa (20/10).

Adeline memaparkan persyaratan umum untuk program beasiswa gratis bagi calon mahasiswa S2 dan S3, diantaranya memiliki prestasi akademik, aktif pada kegiatan sosial, memiliki bakat kepemimpinan, memahami kebudayaan indonesia dan kebudayaan asing, serta bersedia kembali ke indonesia setelah menyelesaikan study.

Sedangkan biaya selama kuliah di Amerika yang diterima oleh mahasiswa seperti, uang kuliah termasuk biaya pendaftaran kelas, uang buku setiap semester, tunjangan hidup setiap bulan selama pendidikan, uang kegiatan profesional dan akademik dari Fulbright, asuransi kesehatan selama di Amerika, serta tiket penerbangan, begitu juga dengan seluruh biaya administrasi selama proses di indonesia.

Adapun persyaratan lainnya, yakni IPK minimal 3,0 pada skala 4,0 dan nilai TOEFL international yang ditetapkan oleh universitas di Amerika minimal 575.

Adeline yang ditemui di kampus UNSA menambahkan bahwa setiap tahun jumlah mahasiswa yang mengikuti program beasiswa gratis Fulbright di Amerika jumlahnya berpariasi tergantung pendanaan dari DIKTI dan pemerintah Amerika, dan pihaknya mengambil mahasiswa terbaik dari wilayah Indonesia Timur karena seleksinya tidak secara nasional.

Terkait dengan tingginya nilai TOEFL yakni 575 yang dipersyarat dalam program tersebut, Adeline menyatakan bahwa syarat tersebut merupakan ketentuan dari universitas di Amerika untuk menjaga kualitas serta kemampuan berbahasa inggris pun tinggi. selain itu, mereka tidak memiliki eksistensi atau bantuan terhadap mahasiswa asing yang datang mengenyam study dan standar berbahasa inggrisnya pun tinggi mengikuti dosen pengajar. selain program S2 dan S3, juga ada program penelitian, yakni program Senior Research dan Program Doctoral Disessertation Research, ujar Adeline.

Menyinggung mahasiswa yang mengikuti pendidikan dengan mengikuti sertakan keluarganya seperti istri dan anak, selama di Amerika, khusus program S2 tidak ada biaya support keluarga. Namun untuk program S3 ada biaya support keluarga pada tahun ke – 3 dan tahun ke – 4 sedangkan tahun pertama dan tahun kedua tidak ada, biaya itu disupport oleh DIKTI untuk anak dan istri / suami, itupun baru berlaku dalam tahun ini. program ini telah berjalan sejak tahun 1952 silam dengan pemerintah indonesia, namun DIKTI baru memunculkan program beasiswa ini sejak tahun 2010 lalu, dan pemerintah Amerika memberlakukan program bantuan ini terhadap 150 negara. “indonesia yang terbanyak kuotanya mencapai 150 mahasiswa jika dibandingkan dengan negara brunei darussalam Cuma 2 orang, singapura 5 orang, timor leste Cuma 1 orang”’ ucapnya.

Adeline berharap semoga dari kabupaten sumbawa ada yang berminat untuk mendaftarkan diri dalam program beasiswa gratis Fulbright ini, minimal mendaftarkan diri dulu tanpa keraguan atau pesimis karena sudah ada dua orang alumni yang berasal dari sumbawa.

Menanggapi hal itu, Rektor Universitas Samawa (UNSA), Prof DR Syaifuddin Iskandar.MPd yang ditemui di ruang kerjanya mengapresiasikannya. Namun  yang menjadi kendala katanya yakni pada tingginya skor TOEFL 575 yang menjadi persyaratan minimum internasional, mengingat dosen–dosen dalam negeri yang latar belakang non Bahasa Inggris akan kesulitan, kecuali dosen yang S1 atau jurusan Bahasa Inggris sangat berpeluang untuk mendapat kesempatan beasiswa gratis ke Amerika.(pers).

Berita

Leave us a reply

Translate »