LPPM UNSA : PERINGKAT BIDANG RISET UNSA NAIK KELAS MADYA

Tridharma Perguruan Tinggi adalah fundamental yang wajib dilaksanakan oleh setiap

Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Karena atas dasar implementasi dari Tridharma

Perguruan Tinggi itulah sebuah kampus dinyatakan layak dan tidak layaknya kampus tersebut.

Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah rumusan dari Tridharma

Perguruan Tinggi. Terkait dengan penelitian yang merupakan salah satu isi dari Tridahrma

Perguruan Tinggi, Universitas Samawa (UNSA), melalui LPPM bersama para Dosen telah melaksanakan berbagai penelitian terbaik yang telah dinilai oleh Kemenristekdikti, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat sebagai lembaga resmi pemerintah yang menangani Pendidikan Tinggi. Penilaian dan evaluasi yang dilaksanakan dari tahun 2013-2015. Atas dasar penilaian tersebut, UNSA mengalami kemajuan atau dengan kata lain peringkat UNSA di bidang Riset semakin naik seiring penelitian yang telah dilakukan. Jika satu tahun terakhir, UNSA berstatus sebagai Perguruan Tinggi Binaan dalam perspektif penelitian, tahun 2016 yang diliris secara langsung oleh Kemenristekdikti, UNSA meningkat dari kluster binaan menjadi Madya. 

Maksud dari Madya itu adalah bahwa dana 35 % penelitian unggulan berbasis RIP, 65 % penelitian multi tahun. Jika pada saat berstatus binaan dana penelitian unggulan hanya 25 %, maka saat ini naik menjadi 35 % penelitian unggulan berbasis RIP. RIP adalah rencana induk penelitian yang disusun oleh LPPM Perguruan Tinggi yang bersangkutan yang menentukan arah.dan perkembangan penelitian dari Perguruan Tinggi tersebut.

Dr.(Cand) Ieke Wulan Ayu, S.TP.,M.Si selaku ketua LPPM UNSA, yang baru saja menggantikan Ketua LPPM yang lama Amrullah.SPt.MSi, dalam keterangannya mengatakan bahwa dalam penerapannya, dilakukan penilaian terhadap kinerja penelitian

Perguruan Tinggi dalam kurun waktu 3 tahun sekali berdasarkan indikator-indikator capaian yang telah ditetapkan. Selanjutnya dari hasil penilaian tersebut dilakukan pengelompokan

Perguruan Tinggi, dibagi menjadi 4 pengelompokan yaitu kelompok mandiri, kelompok utama, kelompok madya dan kelompok binaan. Terkait dengan hal tersebut saat ini UNSA menduduki peringkat 217 dari 1477 Perguruan Tinggi yang masuk dalam sistem, dan itu belum termasuk

Perguruan Tinggi yang tidak masuk dalam sistem, biar lebih jelasnya silahkan buka website resmi Dikti, tutup dosen yang sebentar lagi akan bergelar doktor tersebut. Sementara itu, Lukman Hakim, M.Si selaku wakil ketua LPPM UNSA mengatakan adanya pengelompokan tersebut berdasarkan kinerja penelitian, ada hak dan kewajiban yang di emban oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai dengan kelasnya. Jumlah penelitian dan SDM peneliti juga menjadi penentu akan kelas dan peringkat tersebut. Dalam hal ini LPPM UNSA berkomitmen untuk memperkuat kapasitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, cetusnya. Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd selaku rektor UNSA memberikan apresiasi kepada kinerja para dosen dalam memperkuat penelitian sebagai wujud dari Tridharma perguruan tinggi. Kedepan saya berharap agar lebih meningkatkan kapasistas penelitian untuk pengembangan kampus yang lebih baik, tutupnya.

Untuk diketahui bahwa pengisian data kinerja penelitian Perguruan Tinggi dilakukan sepanjang tahun melalui website resmi Dikti, dan Dikti akan memverifikasi serta mengevaluasi kinerja tersebut setiap tahun. Atas dasar itulah Dikti akan mengeluarkan rilis resmi peringkat

Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.

Share Now

Heri Kurniawan

More Posts By Heri Kurniawan

Related Post

Leave us a reply