KKL UNSA Inisiasi Panen Raya di Labuan Bajo (Kompleksitas Program Kelompok 32 KKL UNSA)

Desa Bajo merupakan desa pesisir dengan beragam potensi kemaritiman yang dimilikinya, mulai dari perikanan tangkap, budi daya, wisata bahari di gugusan pulau keramat,  bedil dan temudong, serta potensi garam rakyat. Selama 2 tahun terahkir desa Bajo menjadi salah satu fokus tujuan kegiatan KKL Universitas Samawa (UNSA) melalui program desa binaan. Salah satu program unggulan Kelompok 32 KKL UNSA yang ditempatkan di desa Bajo adalah melakukan sosialisasi dan pendampingan masyarakat atas potensi garam yg dimiliki desa Bajo. Beberapa rangkaian kegiatan yg mereka lakukan adalah bergerak memberikan stimulasi kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda untuk sama-sama membangun desanya. Eksistensi KKL UNSA telah memberikan banyak manfaat bagi kemjuan dan pemberdayaan desa. KKL UNSA juga menjadi fasilitator pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten melalui dinas terkait untuk pembangunan potensi desa. Kegiatan lain yang telah mereka inisiasi adalah melaksanakan peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus di lahan tambak garam milik masyarakat dengan harapan akan timbul semangat dan rasa cinta tanah air salah satunya dengan memanfaatkan potensi garam yg ada di desa Bajo. Kegiatan kedua adalah dengan melaksanakan sosialisasi dan seminar terkait potensi garam dalam rangka peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh instansi terkait, pemerintah desa, petambak garam, seluruh elemen masyarakat, bahkan sampai PT. Mandiri Persada Adhijaya yang merupakan mitra BUMN PT.Kimia Farma yang telah menandatangani MoU dengan Pemda sumbawa dalam rangka pengembangan usaha dan insdustri garam di Sumbawa. Kegiatan berikutnya adalah mendampingi petambak garam dalam rangka meningkatkan nilai jual produk garam masyarakat yaitu dengan melakukan pengemasan dalam ukuran yang lebih kecil dan pemberian merek dagang dari produk garam masyarakat yang biasanya dijual dalam bentuk karungan. Para mahasiswa sudah mencoba berupaya mengkomunikasikan kepada petambak garam dan juga dengan pemerintah agar garam hasil produksi masyarakat khususnya untuk keperluan konsumsi yang mengandung yodium. Selain kegiatan pemberdayaan, kegiatan berikutnya adalah panen bersama dengan masyarakat petambak yang langsung dihadiri oleh Bupati Sumbawa, ketua DPRD dan kadis DKP kab.sumbawa. Kegiatan panen bersama ini merupakan rangkaian kegiatan lomba balap sampan dam lomba mancing yang merupakan rangkaian  pesona Festival Moyo 2017, dimana kelompok 32 mahasiswa KKL UNSA di desa Bajo ikut berpartisipasi dalam rangka mensukseskan acara tersebut. Masyarakat secara umum sangat berterimaksih kepada pihak UNSA karena dengan adanya KKL UNSA, masyarakat begitu geliat membangun kemandirian desa, dan KKL UNSA telah menunjukan kontribusi nyata bagi desa kami, sebut pak Baskoro yang merupakan salah satu tokoh masyarakat desa Bajo. Masyarakat khususnya para petambak garam berharap Indonesia bisa mengambil contoh dari desa Bajo, sebelumnya mereka mendatangkan garam dari luar untuk memenuhi kebutuhan mereka, sekarang mereka menjadi produsen garam untuk daerah lainnya di Sumbawa. Kami sebagai mahasiswa, dengan bangga dan senang hati bisa menjadi bagian dalam pembangunan masyarakat, karena eksistensi kami untuk membangun masyarakat dengan nyata. Semoga momentum hari kemerdekaan ini dapat menambah kecintaan pada produk anak bangsa dan meningkatkan rasa cinta dan pengabdian pada negeri, pesan mahasiswa kkl unsa kelompok 32.

Share Now

More Posts By

Related Post

Leave us a reply

Translate »