Forum Rektor Indonesia FGD Pendalaman GBHN

Forum Rektor Indonesia (FRI) bekerjasama dengan Universitas Guna Darma Jakarta menggelar pertemuan dalam membahas pendalaman GBHN yang dalam sistem Negara kita saat ini sudah tidak digunakan lagi. Mengingat akan eksistensi FRI sangat penting dalam memberikan rekomendasi atau solusi bagi terwujudnya bangsa yang kuat, maka FRI berperan dalam memberikan kontribusi nyatanya untuk membangun bangsa. Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd selaku rektor UNSA secara langsung mewakili UNSA dalam kegiata FRI yang berlangsung di Universitas Guna Darma pada hari selasa, 29 november 2016. Tema besar dari kegiaatan tersebut adalah “Strategi Percepatan Lahirnya Kembali Haluan Negara”. Hadir sebagai peserta adalah para pimpinan Universitas di seluruh Indonesia (FRI). Banyak hal yang dibahas tentang pendalaman GBHN kedepan, bahwa GBHN diharapkan menjadi instrument untuk memimpin seluruh penyelenggara Negara untuk patuh, loyal dan setia terhadap jiwa dan ruh konstitusi dalam menyelenggarakan pembangunan ekonomi. Kesetiaan terhadap konstitusi, khususnya pasal 33 UUD 1945 harus tercermin dalam legislasi, politik, anggaran dan kebijakan moneter. Haluan Negara itu akan menjadi kiblat baru pembangunan Indonesia untuk melunasi janji janji proklamasi yang diucapkan 71 tahun silam. sehingga disimpulkan dari pertemuan tersebut adalah melihat pertimbangan secara prosedur dan substansial, aspirasi rakyat untuk menghendaki reformulasi GBHN, cukup layak untuk diwujudkan, dari politik hukum diwujudkan dalam bentuk produk hukum dan kecendrungan yang cukup besar mengarah pada pembenaan kewenangan pada MPR untuk menetapkan GBHN, seperti kewenangan yang ada pada UUD 1945 sebelum diamandemen.
Prof Ude sapaan akrab rektor UNSA sangat aktif menyampaikan pandangan akademisnya terkait tema besar seminar FRI tersebut, tidak lupa beliau juga menyampaikan beberapa patologi kampus-kampus swasta yang terkait dengan tekana politis kampus-kampus swasta. Pemerintah harus secara proporsional dan professional melihat kampus-kampus swasta terhadap prestasi dan eksistensinya, jangan yang dekat dengan politik saja yang dilayani dengan baik sementara yang lainnya terkadang dilupakan, ini PR besar pemerintah agar pendidikan memiliki kamar tersendiri tanpa intimidasi kepentingan politik dan pendidikan menjadi kuat sesuai marwahnya, ungkapnya.

img-20161130-wa0012

20161203_165318

 

Share Now

Heri Kurniawan

More Posts By Heri Kurniawan

Related Post

Leave us a reply