Dosen UNSA Terpilih Sebagai TKSK Teladan

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Lopok, Jhon Kenedi, M.Pd terpilih mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat dinilai Tim Pusat sebagai kandidat TKSK Teladan Tingkat Nasional Tahun 2018, belum lama ini. Ia akan bersaing dengan perwakilan 34 provinsi untuk masuk 5 besar nasional. Jhon Kenedi mengemban tugas sebagai TKSK atau relawan sosial sudah cukup lama. Ini dilakoni di tengah kesibukannya selaku akademisi maupun wartawan di Harian Umum Gaung NTB serta kegiatan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya. Seperti KAHMI Sumbawa, Dosen Teladan UNSA 2018, Majelis Pendidikan Kader PDM Muhammadiyah, organisasi kepemudaan (DPD KNPI Kabupaten Sumbawa), Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Sumbawa, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan HIPMI. Karena itu sangatlah pantas, Jhon yang tercatat sebagai salah satu dosen di Universitas Samawa (UNSA) ini menjadi salah satu TKSK Teladan.

Sebelum terpilih menjadi TKSK Teladan, dia telah mengikuti seleksi di daerah dan provinsi, dengan mempersentasikan profil diri, visi misi, pemahaman terhadap wilayah kerja serta potensi yang dimiliki maupun program kerja yang telah dilakukan. Sebagai TKSK yang telah diangkat sejak tahun 2009 lalu sebut Jhon akrab Ia biasa disapa, bahwa visinya menjadi TKSK yaitu terwujudnya masyarakat mandiri dan sejahtera. Karena bagaimanapun saat ini masyarakat diharapkan tidak lagi memiliki ketergantungan. Banyak program atau bantuan pemerintah yang telah diberikan kepada masyarakat rentan baik secara ekonomi dan social. Namun kenyataannya angka kemiskinan tidak menurun secara signifikan. Karenanya untuk merealisasikan visi tersebut ada beberapa misi yaitu memastikan masyarakat terlayani dengan layanan sosial, menjalin kemitraan dengan berbagai pihak guna terwujudnya masyarakat yang sejahtera, melakukan pendampingan dalam mewujudkan kemandirian masyarakat.

Pada tahun 2016 sampai dengan 2017 inilah beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TLSK) Lopok. Untuk kegiatan penugasan dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten, Jhon melakukan Pendampingan Rastra (Program Beras Sejahtera), pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS), melakukan pendampingan terhadap eks TKI bermasalah, dan berkoordinasi dengan pihak LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga) penanganan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Kegiatan ini atas inisiatifnya melakukan kegiatan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk diusulkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Ada 5 rumah yang direhab dinas tersebut pada tahun 2018. Dalam hal penanganan banjir tahun 2017 lalu dilakukan kerjasama dengan PT. Samawa Juta Raya (SJR) untuk penguatan kapasitas masyarakat. Pendampingan Karang Taruna Marate Desa Mama pada Kegiatan Festival Lampas Pasan sebagai bagian pengembangan ekowisata di desa tersebut. Membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Mama dan Desa Pungkit, menggelar Pendidikan dan Pelatihan Pengolahan Ikan Air Tawar di Desa Mama, membantu pendirian Pendidikan Anak Usia Dini di Dusun Pesinar. Sementara kegiatan lain di luar penugasannya, Jhon sejak 2017 menjadi Tim Teknis Manajemen (TTM) program Desa Bebas Rentenir Kabupaten Sumbawa berupa pemberian Kredit Sahabat (Krabat) bagi petani miskin. Disamping itu, TKSK Kecamatan Lopok juga terlibat aktif mengembangkan Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Nyata di wilayahnya, setelah selama bertahun-tahun koperasi tersebut tidak pernah aktif. Padahal menurutnya, dengan berkoperasi masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Sementara pada tahun 2018 ini, TKSK memiliki beberapa agenda prioritas di antaranya melakukan penelitian terhadap beberapa Penyandangan Masalah Kesejehteraan Sosial (PMKS). Terutama menyangkut dengan eks Tenaga Kerja bermasalah. Sebagaimana diketahui Kabupaten Sumbawa merupakan daerah yang banyak mengirim tenaga kerja ke luar negeri akan tetapi pasca kepulangan ke tanah, mereka tidak memperoleh apa-apa. Selain itu mimpinya ingin mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) khususnya di wilayah timur Kabupaten Sumbawa, angka PMKS anak yang disabilitas dan memerlukan perlindungan khusus di kecamatannya cukup tinggi. Demikian pula dengan kecamatan lain akan tetapi mereka tidak memiliki akses untuk memperoleh pendidikan. Karena itu melalui kegiatan pemilihan TKSK Teladan Nasional ini ungkap Jhon, akan memberikan motivasi untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan daerahnya. “Prestasi ini bukan akhir dari pengabdian, karena bagaimanapun manusia yang terbaik adalah yang mampu memberikan kontribusi kepada orang lain. Harapan kami agar pemerintah daerah selalu memperhatikan TKSK sebagai manager pekerja sosial di kecamatan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa selama ini pembinaan maupun dukungan pemerintah kecamatan terhadap kegiatan yang dilakukan TKSK masih minim.

 

Share Now

Heri Kurniawan

More Posts By Heri Kurniawan

Related Post

Leave us a reply