DIDANAI KEMENRISTEKDIKTI, KKN-PPM UNSA BANGUN EKOWISATA BAHARI SUMBAWA

 

Tahun ini merupakan tahun ke-dua kalinya Universitas Samawa (UNSA) memperoleh pendanaan dan kepercayaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI) dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata- Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Salah satu judul KKN-PPM Universitas yang menarik dan penting untuk didanai menurut KEMENRISTEKDITI ialah KKN PPM dengan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Integrasi Budidaya dan Ekowisata Bahari di “Zona Perikanan Berkelanjutan” Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Nelayan di Kawasan Konservasi Perairan Gugusan Pulau Kramat, Bedil dan Temudong yang diketuai oleh Dedi Syafikri, S.Kel.,M.Si dan beranggotakan Dr. Siti Nurwahidah, M.Si. sekaligus sebagai ketua pelaksana. Kegiatan tersebut melibatkan 29 mahasiswa dari 6 program studi, yang diketuai oleh Aji Satria.
Dedii Syafikri menyampaikan bahwa KKN-PPM ini bertujuan membangun ekowisata bahari di daerah konservasi KBT (Kramat, Bedil dan Temudong). Ekowisata bahari ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mensukseskan kegiatan konservasi laut dan jika dikelola dengan baik maka akan memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar kawasan seperti masyarakat Desa Labuhan Bajo yang ada di sekitar kawasan tersebut. Dengan adanya ekowisata bahari, diharapkan masyarakat tidak hanya tergantung pada kegiatan penangkapan ikan apalagi sebagian zona perairan merupakan zona-zona pelarangan penangkapan ikan. Masyarakat dapat memperoleh pendapatan dari penyewaan perahu dan pemuda-pemuda di Desa Bajo ke depannya dapat menjadi pemandu selam dalam kegiatan ekowisata diving.

Pada kesempatan lain, Dr Siti Nurwahidah selaku anggota pembimbing kegiatan KKN-PPM menjelaskan bahwa KKN-PPM ini juga merupakan sarana pembelajaran mahasiswa dalam mempraktekkan ilmu-ilmu yang diperoleh untuk diterapkan di masyarakat. Saat ini, mahasiswa dan masyarakat Desa Bajo berupaya membangun ekowisata diving di sekitar perairan Pulau Kramat, Bedil dan Temudong. Mahasiswa dan masyarakat juga memanfaatkan sampah-sampah botol plastik di sekitar perairan tersebut dan kemudian dirangkai menjadi suatu karya seni dan dipasang di Pulau Bedil untuk menambah daya tarik wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara untuk berwisata ke kawasan tersebut. Untuk saat ini, mahasiswa dan pemuda Desa Bajo sedang merancang video ekowisata bahari sehingga dapat dipublikasikan dan dipromosikan di berbagai media seperti youtobe dan lain, sehingga masyarakat dari luar Sumbawa dapat melihat potensi wisata di Sumbawa. Telana AM selaku Kepala Desa Labuan Baju memberikan apresiasi terhadap tim dari UNSA atas kepedulian selama ini terhadap bahari Sumbawa khususnya di Labuan Bajo. Harapannya kedepan UNSA tetap mengirim mahasiswanya di desa ini dengan program-programnya, selan itu kami sangat berharap mahasiswa UNSA dapat terlibat dalam agenda tahunan Labuan Bajo yaitu balap sampan, ini merupakan sinergi dalam membangun wisata bahari di Sumbawa, ungkap Kades Labuan Bajo.

Dr. Ike Wulan Ayu, S.TP.,M.Si selaku ketua LPPM-Universitas Samawa menyampaiakan bahwa KKN-PPM yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan akselator pemanfaatan potensi sumberdaya alam. kegiatan ini juga mendidik mahasiswa menjadi innovator dan motivator yang menggerakkan perekonomian masyarakat. Saya selaku ketua LPPM sangat mengapresiasi penuh kegiatan teman-teman dosen yang mendedikasikan dirinya untuk menjaga laut dan pesisirnya sebagai teras Pulau Sumbawa. Kebanggaan bagi LPPM, karena ini merupakan satunya TIM di NTB yang memiliki ketertarikan membangun daerah pesisir. Semoga langkah ini menjadi ribuan langkah selanjutnya .

Share Now

Heri Kurniawan

More Posts By Heri Kurniawan

Related Post

Leave us a reply