Alumni UNSA Menjadi Juara Nasional Pemuda Pelopor 2017

  • By
  • Posted In

Sebuah cerita inspiratif dari seorang pemuda yang bernama Irwansyah, asal desa Marente Kecamatan Alas Sumbawa Besar. Dia merupakan alumni program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar. Rupanya ilmu yang pernah dia pelajari dan dia dalami ketika kuliah, benar-benar secara empiris diterapkan di kampung halamannya. Dia mulai menggagas “sistem pertanian terpadu” dengan memberdayakan kelompok tani yang ada didesanya, dimana dia memanfaatkan lahan yang ada (produktif dan non produktif) membudidayakan sistem pertanian terpadu, yaitu mengintegrasikan pertanian, perikanan dan peternakan. Bidang pertanian yang dia kembangkan adalah menanam berbagai jenis sayur organik, cabai di lahan pegunungan, termasuk padi secara holistik. Sementara di bidang perikanan, dia membudidayakan ikan air tawar secara masif. Untuk bidang peternakan, dia membudidayakan ternak sapi, kambing etawa, dan ayam. Dia menggagas itu semua dengan maksud memberdayakan masyarakat yang ada agar lebih kreatif memanfaatkan sumber daya yang ada demi kesejahteraan bersamam. Selain itu, lokasi pertanian terpadu tersebut menjadi lokus riset/penelitian bagi mahasiswa UNSA khususnya Fakultas Pertanian dan Perikanan, serta bisa dimanfaatkan untuk pengembangan riset bagi institusi lainya.  Pada waktunya, usaha yang dilakannya tersebut memasuki musim panen, dimana para konsumen sudah mengantri dan bahkan ada yang sudah memborong hasil panen sistem pertanian terpadu tersebut. Manfaat bagi kelompok begitui luar biasa, khususnya bagi kesejahteraan kelompok (masyarakat). Irwansyah menyampaikan bahwa SDA Marente begitu melimpah, namun keterbatasan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi tentang pertanian menjadi kendala besar bagi desa Marente, dan mungkin juga bagi daerah-daerah lainnya. Nah disinilah saya hadir untuk memberikan solusi bagi masyarakat agar perkembangan dibidang pertanian terus berjalan. Saya akan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentan pertanian modern, sehinga kedepannya mereka mampu mandiri yang didasarkan atas pemberdayaan yang sudah mereka dapatkan.

Atas ide dan inovasinya tersebut, membuat Irwansyah dipilih sebagai calon pemuda pelopor bidang pengelolaan sumberdaya alam tingkat Kabupaten Sumbawa. Setelah melewati berbagai seleksi, dia terpilih ke tingkat provinsi dan menjadi yang terbaik setelah menyisihkan pesaing-pesaingnya. Dengan begitu, otomatis dia mewakili NTB di tingkat nasional. Di tingkat nasional, dia bersaing dengan pemuda-pemudi kreatif dari masing-masing provinsi di tanah air. Setelah melewati berbagai etape yang wajib dilalui, akhirnya Irwansyah berhasil menjadi juara ke 3 Nasional pemuda pelopor 2017. Dia berhasil mempresentasikan kepeloporannya dengan tema “Pengelolaan Sumberdaya Alam serta Kearifan Lokal dengan memberdayakan Masyarakat Desa Marente”. Untuk lebih jelasnya, kepeloporan Irwansyah dapat disaksikan di you tube @ Irwansyah Sumbawa-NTB Pemuda Pelopor Nasional 2017”. Kreativtas dan inovasi Irwansyah ini patut ditiru oleh pemuda-pemudi Sumbawa. Ketika saat ini begitu banyak pemuda/i mengantri cari pekerjaan di berbagai instansti pemerintah maupun swasta, dimana kepastiannya belum tentu ada, namun Irwansyah justru memberikan inspirasi buat kita semuanya, khususnya para pemuda dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada. Irwansyah berpesan “jadilah pemuda yang mampu menjadi pelopor kebangkitan desa kita, ciptakan usaha sendiri, berdayakan orang lain selagi mampu, dengan begitu kita akan lebih bermanfaat bagi orang lain”.

Share Now

More Posts By

Related Post

Leave us a reply

Translate »